Tampilkan postingan dengan label Pesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

Yakoba Takimai, Pekerja Tanpa Jadwal



Oleh: Agustian Tatogo
 

Description: G:\Foto\Foto0964.jpgYakoba Takimai, itulah sebuah nama yang menggambarkan seorang wanita berusia paru baya yang biasa berada di lingkungan Gereja Paroki St.Pemandi Waghete. Wanita ini sudah cukup lama berada di lingkungan gereja. Dia tinggal dia sebuah gua kecil yang dibuat olehnya. Gua kecil ini dibuat dari tumpukan plastik dan bekas karung beras, dsb. Setiap hari, dia masak sendiri menggunakan kaleng sarden. Ketika dia ditawari untuk tinggal di rumah belakang gereja pun tidak mau, dibuatkan satu rumah khusus untuk dia pun tidak mau.

Wanita ini menjadi bahan perbincangan selama ini, mengapa? Pertama, jika diihat dari kenormalan secara fisik, dia normal tanpa kekurangan sesuatu pun. Tetapi dari segi psikologis, wanita ini sedikit terganggu sehingga seringkali dia berperilaku seperti orang “Kurang waras”. Kedua, di balik kekurangnnya itu dia punya talenta yang dia simpan. Hal ini dapat dilihat dari perilaku dia yang jarang diikuti oleh masyarakat umum di sekitarnya.
Wanita ini terbilang akrab dengan masyarakat sekitar. Terkadang tanpa malu dia melakukan apa saja yang hendak dilakukan olehnya. Memang karyanya sulit ditiru oleh orang lain. Ketika ada kegiatan seperti keagamaan, politik, social, dia selalu terlibat di sana. Dia juga tak kenal lelah dalam segala usaha.
Hatinya yang polos membuat wanita tua ini tidak pernah berubah dalam hal perubahan fisik. Misalnya, tidak ada perubahan fisik antara delapan tahun lalu dengan sekarang. Faktor lain yang membuat dia tidak pernah berubah fisik adalah ketekunan akan kerja dan dia tidak mengenal lelah. Satu hal yang menjadi kebanggaan umat Katholik di gereja Paroki Waghete dan masyarakat Deiyai secara umumnya adalah dia bekerja tidak mengenal waktu. Dia bekerja setiap saat. Berbeda dengan umat dan masyarakat lain, yang mengatur jadwal kerja terutama di lingkungan gereja. Namun, wanita ini tidak melihat situasi, entah panas, dingin, hujan, malam, dsb. namun, dia punya satu prinsip  bahwa dia bekerja untuk gereja. Artinya, dia bekerja untuk Tuhan dan lebih kemulian nama Tuhan. Meskipun, dia memiliki keterbatasan psikologi, tetapi dia masih dan terus dibutuhkan oleh gereja, umat, masyarakat dan Tuhan.
Terimakasih Mama Yakoba Takimai, terkadang masyarakat memandang sebelah mata tetapi dia akan menjadi yang pertama dan utama di hadapan Dia Sang Pemberi Hidup. Pengalaman ini sebagai satu inspirasi an bahan refleksi untuk kita yang normal secara psikologis. Mari belajar dari kisah inspirasi Mama Yakoba Takimai.

Selasa, 12 April 2016

Bintang Kehidupan

 Oleh: Agustian Tatogo


Bintang kehidupan. Ilustrasi
Wahai Bintang,
Engkau ada bersama aku berada di dunia
Engkau datang kedunia, demikian pula aku
Aku mulai tumbuh dewasa dan engkau ada untukku
Engkau selalu ada untukku.

Wahai bintang,
Tetapi aku tidak tahu keberadaanmu
Aku pun tidak memahami siapa dirimu
Aku selalu mencari dikau
Dalam hayalku, aku selalu membayangkanmu.

Wahai bintang,
Aku menyadari Dia telah menyimpan untukku
Aku menyadari Dia telah mempersiapkan untukku
Sekarang, aku mencari dan terus mencari
Di mana bintang itu berada.

------

Kamis, 30 Agustus 2012

Kata- kata Inspirasi

-->
*      Jangan lupa ingatlah nama Tuhan Yesus, engkau yang susah, lapar, sakit, lemah. Bila pencobaan datang nama itu menghiburmu maka itu keluan semua mengharapkan kepada Yesus…(Yan)

*      Renungkanlah kehidupan ini setiap hari:
-          Mengapa kalau SMS masuk aku cepat angkat dan balas tetapi waktu masuk gereja, aku tidak segera melaksanakannya…?
-          Mengapa isi pulsa Rp50.000,- pun aku sanggup…tetapi persembahan Rp5.000,- aku terasa berat…?
-          Mengapa waktu mandi macam-macam lagu aku nyanyikan…tetapi saat makan, berdoa pun aku lupa…?
-          Mengapa pulsa 1000 begitu aku hargai…tetapi darah Kristus yang tersalib aku abaikan…?
-          Mengapa telepon sana-sini aku tidak bosan…tetapi telepon dengan Yesus (berdoa), aku paling malas / lupa…?
-          Dua belas jam aku sanggup untuk bekerja cari uang…tetapi satu jam merenungkan firman Tuhan begitu sulit bagi saya…?
…(Yos)

*      Novena kepada Bunda Maria: 1x Bapa kami dan 3x Salam Maria dengan berdoa: “Sesungguhnya kemuliaan Tuhan selalu menyertai semua orang yang takut kepada-Nya...(Step)

*      Hidup ini indah, tetapi tak seindah angan. Suka dan duka pun dating silih berganti, namu itulah hidup. Jika tak ada duka, kebahagiaan tak berarti. Jika tak ada tangis, senyuman pun akan hampa. Jalani hidup ini dengan sabar masih ada pelangi sehabis hujan…(Yoyox)

*      Hati yang bersyukur ‘kan selalu diwarnai dengan suka cita sehingga berat akan terasa ringan, bukan karena kita kuat tetapi karena ada Yesus yang selalu bersama kita…(NN)